Recent Articles

Kamis, 17 Mei 2018

Cerita Ngesex Mesum Hot Terbaru Ngentot Tante Sendiri


CERITA DEWASA - Ini adalah kisahku pada waktu aku masih SMP kelas tiga di kota kembang, waktu itu aku ada liburan di rumah kakekku di daerah lembang, disana tinggal kakek dan keluarga bibi ku. Bibiku adalah kasir sebuah bank karena menikah dengan pamanku yang satu kantor dia mengundurkan diri dan hanya sebagai ibu rumah tangga, orangnya ayu, putih berlesung pipit dengan usia sekitar 27 tahunan. Dia tinggal dirumah kakekku karena rumahnya sedang dibangun di daerah bogor sedang suaminya (adik ayahku) tinggal di kost dan pulang seminggu sekali.

Aku dan bibiku sangat akrab karena dia memang sering main AGEN DOMINO kerumahku sewaktu belum berkeluarga dan waktu kecil sering tidur di kamarku bahkan waktu kuliah dia lebih banyak tidur dirumahku dari pada ditempat kostnya. Anaknya masih kecil berumur sekitar 1 tahun.

Suatu pagi aku kaget ketika seseorang membangunkanku dengan membawa segelas teh hangat, “Bangun…. Males amat kamu disini biasanya kan sudah nyiramin taneman sama nyuci mobil”

“Males ah, liburan masak suruh kerja juga….”

“Lha masak kakekmu yang sudah tua itu suruh nyiramin bunga sendiri dan mobilku siapa yang nyuci…”

“Kan ada bi ijah “

“Bi ijah lagi sakit dia gak sempet…, bangun bangun ah males ya” dicubitnya pinggangku

“Udah udah geli ampun….” Kataku bangun sambil mendorong mukanya.

Kakekku pulang dari jalan paginya dan asik berbincang dengan temannya diruang tamu. Aku kemudian beranjak ke kamar mandi baru membuka baju bibiku mengetuk pintu ”Rik mandinya di sungai sekalian temenin aku nyuci, lagi mati lampu nih….. andi biar di jaga kakek”

“Ya siap boss…” ku buka pintu dan membawa cucian seember besar ke belakang rumah, bibiku mengikutiku sambil membawa handuk, pakaian ganti dan sabun cuci. Di belakang rumah ada jalan kecil yang tembus ke sungai di pinggir kampung sungai itu dulu sangat ramai oleh penduduk yang mandi atau mencuci tapi sekarang sudah jarang yang memakai, hanya sesekali mereka mandi disungai.

“Sana di belakang batu itu aja, tempatnya adem enak…” AGEN DOMINO dibelakang batu itu terdapat aliran kecil dan batu batu pipih disekelilingnya tumbuh-tumbuhan lebat itu kami bermaksud mencuci..ternyata sudah ada seorang wanita muda yang sedang mandi mengenakan kain batik ternyata wulan tetangga sebelah rumahku

“eh rik tumben mau ke sungai….” Katanya ramah

“Ya nih di paksa bos… “

“Wah kalah duluan nih, nyuci juga kamu wul “

“Aku dah dari tadi.. kalo listrik mati gini baru pada ke kali, kalo gak pakaian bayiku siapa kapan keringnya” katanya sambil keluar dari sungai dan mengambil handuk di tepi sungai.

Selendang batik itu membentuk lekuk tubuhnya dibagian depan terlihat dengan jelas sembulan dua buah dada yang sangat besar, sedang ditengah leher putihya terdapat sebuah kalung tipis yang membuat dirinya terlihat ramping, ia kemudian membelakangi kami dan melepas selendang itu kemudian mengusapkan handuk ke sekujur tubuhnya.

Kontan saja aku kaget melihat pemandangan itu, walaupun membelakangiku tapi aku dengan jelas dapat melihat seluruh tubuh putihnya itu tanpa sehelai benangpun, bokongnya yang berisi telihat jelas setelah dia mengusap tubuhnya kini ia mulai membasuh rambutnya yang panjang sehingga seluruh tubunya bisa kulihat, ketika aku membasahi cucian kemudian duduk.

”Kapan kamu kesini rik..”sambil memiringkan tubuhnya karuan saja tetek gedhenya terlihat, aku kaget dengan pertanyaannya.

“Apa wul aku lagi gak konsen..” ia memalingkan badan kearahku

“Ati-ati disungai jangan ngelamun, kamu kapan datang..”

“Oh aku baru kemarin..” kataku sambil mencelupkan baju-baju ke air sedang mataku tentu saja mengarah ke kedua teteknya yang tanpa sengaja diperlihatkan,.

Bibiku bergerak menjauhi kami, mencari tempat untuk buang air karena dari tadi dia kebelet beol.

“Anakmu umur berapa teh.. kok gak diajak “ kataku

“Masih 1 tahun setengah, tadi sama adikku jadi aku tinggal nyuci” setelah rambutnya agak kering ia kemudian memasang handuknya dipinggangnya dan membalikkan tubuhnya tangan kanannya menutupi mencoba menutupi teteknya yang berukuran wah itu walaupun akhirnya yang tertutupi cuma kedua putingnya sedang tangan kirinya mencari celana dalam di atas batu itu setelah menemukannya, dia kemudian membalikkan badannya dan menaikkan handuknya, celana dalam berwarna putih itu terlihat cukup tipis dan seksi di pinggir-pinggirnya ada bordir kecil bermotif bunga.

“Anakmu siapa namanya…?”

“Intan.. cantikkan “ ia berbalik, pakaian dalam tipis sudah menutupi memek dan pinggangnya itu sejenak dia melihatku dan kemudian melepaskan tangan kanannya dari teteknya sepertinya dia nyaman memperlihatkan teteknya padaku karena dari tadi aku pura-pura cuek dan pura-pura membasuhi baju kotor padahal adikku sedari tadi gelisah.

Ia kemudian duduk dan membilas selendang batiknya

“Cantik sih namanya.. tapi belum lihat wajahnya secantik emaknya gak ya..”

“Ya pasti.. emaknya aja cantik anaknya ikut donk “katanya sombong, kusiramkan air ke arahnya segera ia berdiri dan membalas siramanku.

“Maaf salah cetak harusnya, maknya aja jelek apalagi anaknya…” kami pun akhirnya saling menyiramkan air setelah beberapa saat dia kewalahan menahan seranganku.

“Ampun ampun…” katanya sambil ketawa cengengesan, akupun menghentikan seranganku tapi kemudian dia malah berdiri mengambil ember dan menghampiriku menyiramku sehingga seluruh bajuku basah kuyup, aku kaget dan reflek mengambil ember ditangannya dia kemudian membalikkan badan untuk menjauhkan darinya, tanpa sadar tubuhku memeluknya dan satu tanganku ada pada dadanya yang terbuka. Akhirnya aku bisa meraih ember itu, ia berusaha melepaskan dari dekapanku tapi sia sia aku sudah siap, ku ambil air dan meletakkanya diatas kepalanyaa

” Ampun ri,, aku dah mandi.. awas lo ntar tak bilangin kakekmu “ aku tetap saja memegang badannya dan mengancam, akhirnya ia berbalik dan dengan leluasa aku menyiram ke sekujurtubuhnya kemudian tanganku mengelus elus tubuhnya

”nih aku mandiin lagi hehehhe,……” sekujur tubuhnya basah termasuk celana dalamnya sehingga isi didalamnya samar samar terlihat, kami tertawa geli dicubitnya pinggangku hingga agak lama ”aduh ampun sakit “kataku sambil menarik tangannya, untuk beberapa saat kami saling memandang sambil tertawa geli, kami kemudian ke tepi sungai untuk mengambil handuk, ia kemudian kembali menyeka air ditubuhnya sementara aku sambil duduk disampingnya sembari menyeka air di kepalaku.

Wajahnya tampak cemberut di usapkannya handuk ke muka dan rambutnya kemudian mulai turun ke dua buah dadanya kemudian turun ke perutnya yang kecil kemudian turun ke selangkangannya kemudian dia merunduk dan menyeka kakinya, kemudian melemparkan handuknya yang basah ke mukaku, aku kemudian menggunakan handuknya itu untuk mengusap muka (lumayan aroma tubuhnya masih nempel nih) aku kemudian mengembalikan padanya.

Di ikatkannya handuk itu di pinggang kemudian duduk tepat di depanku dan di turunkannya celana dalamnya, karena ikatannya kurang kuat setelah celana dalamnya berhasil melewati kaki indahnya handuk itupun ikut terbuka sehingga isi selangkanganya terpampang di depanku.

“Eit…” katanya sambil tangan kanannya menutupi memeknya, aku tersenyum

“Kelihatan nih ye…” kataku sambil memalingkan muka, kakinya menendang tubuhku, kemudian di usapkannya handuk itu ke tengah selakangannya yang masih lumayan basah karena mengenakan celana dalam basah.

Aku kemudian memandang kembali kearahnya nampaknya dia merasa nyaman saja mengetahui memeknya dilihat aku, diusapkannya ke arah rambut-rambut pubis tipisnya kemudian ia mengusap bibir-bibir coklatnya bawahnya yang masih kencang sambil tersenyum sendiri.

“Awas bisa gila lho tersenyum sendiri…” ia menghentikan usapannya sambil membetulkan posisinya

“Ia kalo lama-lama deket sama kamu bisa gila …” katanya sambil berdiri

“Eh, bau …” sambil kututup hidungku yang tepat berada didepan memeknya

“Seger lagi coba cium, katanya sambil menarik mukaku dan menempelkannya pada memeknya yang telah ditutupi salah satu tangannya. Tanganku mengambil tangan yang menutupinya

“Rambutnya kok gak rapi gak pernah dicukur ya,,,,” kubelai rambut bawahnya kemudian bergerak membuka kedua bibir bawahnya ”Dah punya anak masih kenceng aja nih kulit..” kataku sambil megelus elus memeknya dengan handuk sementara dia membalut tubuhnya dengan handuk sehingga kepalaku berada didalamnya.

Aku kaget dan membuka handuk sambil mencari bibiku takut ketahuan, kepala bibiku tampak masih ada dibelakang batu besar disamping sungai itu lagi asik membuang hajat..

“Berani cium gak 5 Ribu deh… “ dibukanya kembali handuknya sambil tersenyum menantang, memeknya tampak begitu menggairkan.

“Gak ah bau tuh.. tambah deh 10 “ kataku cengengesan

“Deal…”

Katanya sambil duduk jongok Mukaku kumajukan untuk dapat mencium memeknya, pelan-pelan kubuka bibirnya dan ku elus elus seluruh memeknya sambil pura-pura menutup hidung seperti mau minum jamu. Kemudian ku buka mulut dan mulai mengeluarkan lidah, wulan nampak melihat kesekeliling kemudian aku mulai menjilat dengan pelan ke paha kanan kemudian kiri dan akhirnya menjilati memeknya ia tampak mengerang geli,

“Ih…” katanya pelan, lidahku yang masih menempel kemudian kumasukkan kedalam memeknya dan menggerak gerakkan memutar sehingga ia tambah geli. Setelah kurang lebih 5 detik ku tarik mukaku.

“Memek lo bau juga ya… mana 10 ribunya..?” ia menutupi kembali memeknya dengan handuk dan berdiri.

“Ntar ya dirumah, mang aku bawa dompet apa? daa…” sumpret belum puas ngotak-atik mesin bmw (bulu memek wanita) ia sudah pergi, yah akhirnya aku hanya bisa kembali swalayan sambil melihat ia berlalu,

* * *

bibiku akhirnya menyelesaikan BAB nya aku masih berendam bermain main di sungai sambil mengembalikan tenaga setelah swalayan.

Kami kemudian asyik mencuci sambil ngobrol seru-seruan, bibi mencuci sedang aku membilasnya, sesekali kami saling menyiramkan air sehingga baju kami basah semua akhirnya baju yang kami selesai semua aku mulai membuka semua bajuku sehingga hanya menyisakan celana kolorku saja, sementara bibiku yang dari tadi berhadapan denganku menggeser duduknya menyamping, kemudian menaikkan dasternya kemudian celana dalam putih pelan pelan turun dari pahanya mulus bibiku kemudian dia menghadap kembali padaku dengan posisi kaki lebih rapat, tidak seperti tadi dimana kadang aku bisa melihat celana dalamnya.

“Ih celana dalamnya dah pada bolong nih…” kuangkat celana dalamnya, bibiku segera menyambarnya

“Mana? Masih baru nih..” katanya sambil melemparkannya kepadaku. Dia kemudian menurunkan dasternya dan mencopot kutang dari tempatnya dan kemudian menaikkan kembali dasternya, tanpa segaja dia membuka kakinya sehingga bulu bulu tipis samar-samar terlihat diantara pahanya terlihat jelas didepanku, dia menunduk mencuci bhnya sehingga teteknya menyembul diantara belahan dasternya,

“Sini kolormu dicuci sekalian…” aku bengong mendengarnya,

“Copot sekalian gih kolormu.. “

“Wah gak bawa celana dalam bi….” Bibiku tidak menjawab dan memegang kolorku, akhirnya aku berdiri dan membuka pelan-pelan kolorku sehingga adikku menampakkan diri.

“Lho dah sunat to kamu ?” dilihatnya burungku yang masih imut-imut plus rambut yang baru pada keluar, ku pegang burungku sambil melirik kaki bibi yang sedikit terbuka.

“Dah lama ya kita gak mandi bareng…” ia tersenyum

“Ia dulu waktu masih SD kamu hanya mau mandi bareng aku mang kenapa sih ?”

“Ya milih yang cantik donk, masak sama mak ijah kan dah pada keriput semua,…” ia kemudian membuka dasternya sehingga seluruh tubuhnya terbuka dan menggeser duduknya menyamping.

“Sana taruh di pinggir “

Aku kemudian meletakkan cucian kemudian kembali ke tempatnya. Teteknya yang bersih dan putih walaupun tak sebesar punya wulan terlihat masih sama seperti dulu, tubuhnya yang putih sintal dan rambut yang tergerai membuat semua orang pasti mengakui dia wanita ayu.

“Ssst lihat memeknya donk bi…” ia melengos dan menutupi pangkal pahanya dengan tangan, aku menarik tangannya terlihat rambut-rambut tipis berada di tengah

“Hiii… bulunya habis dicukur ya…” ia tersenyum geli, ia kemudian menggeser duduknya sehinga tepat didepanku

“Kok tahu…. bagus kan” dibelai nya rambut pubis itu bangga

“Ya tahu lah… dulu kan lebih tebal dari ini….mang napa dicukur”

“Nggak lagi pingin aja … kalo mau dateng bulan aku biasa potong, kalo gak tak cabut pake lilin, kalo rapi kan sehat….”

Kakinya yang rapat membuat aku hanya kebagian melihat rambutnya saja.

“Lihatin donk….” Kataku sambil mengelus elus pahanya tangannya menghela tanganku dari pahanya tapi kemudian aku kembali mengelusnya setelah itu dia melihat tajam kepadaku, pelan-pelan tanganku berhasil menggeser satu kakinya sehingga memeknya sedikit terlihat.

“Wah masih sama kaya dulu ya.. walaupun dah punya anak masih terlihat kenceng punyamu” ia tersenyum mendengar bualanku dan membiarkan aku melihat seluruh isi memeknya, tanganku mulai membelai memeknya pelan kemudian mengusap-usapnya.

“Jangan nakal ah.. geli..” aku tetap saja mengelus elusnya

“Mandi sana.” Tangannya mendorong mukaku sehingga aku terjatuh, dia kemudian berjalan kearah air yang lebih dalam kemudian berenang renang kecil

“Ri ambilin sabun donk…”

Aku duduk mendekatinya dan mengacungkan sabun, ditariknya tanganku sehingga aku jatuh dia tersenyum aku kemudian membalas dengan menyiramkan air kemukanya setelah beberapa saat bercanda di dalam air ia kemudian naik ke sebuah batu untuk membersihkan diri dengan sabun.

Dengan menghadap kepadaku ia mulai meletakkan sabunnya dileher jenjangnya, pelan pelan turun ke teteknya, kemudian ke tangan dan kakinya dan berahir pada memeknya setelah itu dia kemudian menggosok badannya untuk memperbanyak busa. Aku keluar dari air dan duduk di sampingnya dia langsung menggosokkan sabun keseluruh tubuhku dari muka sampai ke kaki, dengan santai ia menggosokkan sabun pada penisku.

“Dah gede kamu ri, burungmu dah ada rambutnya..”

“Ya donk masak mau kecil terus…”

Ia kemudian membalikkan badannya dan berdiri sambil memintaku menggosok punggung dan bokongnya yang belum kena sabun, waktu mengosok bokongnya pelan-pelan tanganku ku senggolkan ke memeknya nampaknya dia cuek saja dengan terus asik menggosok tubuhnya dengan sabun, aku mulai memberanikan diri mengelus dari belakang kedua payudaranya. Ia membalikkan badan, membiarkan aku mengelus elus payudaranya dan seluruh tubuhnya sementara dia mengelus kakiku dan sesekali mengelus penisku.

Ia kemudian terduduk, seperti biasanya kalo mandi dia selalu terdiam beberapa saat membiarkan sabun meresap ditubuhnya. Aku yang masih berdiri didepannya dengan penis tepat di mukanya, ia kemudian memain-mainkan penis itu,

”Di bersihin donk ri burungnya, nih masih ada kotorannya” katanya sambil mengelus penisku mesra aku hanya diam keenakan. Kemudian dia berbaring di atas batu, aku duduk disamping kakinya sambil mengelus memeknya dan menyiramkan air sehingga seluruh memeknya kelihatan.

“Dah jangan main itu terus ah geli …” ia tersenyum menutupkan kakinya aku kemudian menarik kakinya sehingga kini tubuhku berada diantara kakinya. tanganku mulai menggosok-gosok lagi kali ini jariku mulai masuk ke memeknya, dia bangun

“Geli ah li.. “tanganku kali ini berhasil diusirnya, tanpa sadar dia mulai melihat burungku yang mulai berkembang dan menggantung.

“Burungmu dah mulai bisa berdiri ri…” dielusnya burungku pelan mesra, semakin lama burungku makin besar karena tak tahan akan elusannya.

“Kamu dah pernah ngimpi basah ya.. “ aku mengangguk kemudian

“ Bi.. kamu gak lagi mens kan?” ia tersenyum kemudian membimbing tanganku pada dadanya

“Sini bibi ajarin ngelonin cewek…” aku mengikuti saja bimbingan tangannya mengelus pelan teteknya kemudian melintir putingnya.

“yang mesra donk ri anggep aja aku cewekmu “ dia kemudian mencium pipiku dan mendorong mukaku ke teteknya, aku ciumi semua bagian teteknya kemudian menghisap pelan putingnya, ada air keluar dari susunya aku makin keras menyedotnya sementara bibi mengusap kepalaku sambil merem menikmatinya. Kemudian aku menjilati perut dan turun ke rambut memeknya, ke paha kemudian menengelamkan mukaku ke memeknya, namun tangan bibiku mencegahnya.

“Kamu gak papa ri?” katanya pelan “Gak papa bi, sekalian buat pengalaman

“ia kemudian menyiramkan air ke memeknya setelah itu kucium dan kujilati memeknya beberapa saat, sementara tanganku dibimbing untuk tetap mengelus dadanya. dia rupanya terangsang dengan jilatanku, erangan-erangan kecil dan tekanan tangannya pada rambutku mengisyaratkan dia sudah mulai terangsang. Merasa cukup ku hentikan jilatanku kemudian duduk di depannya dia kemudian melek sambil mengelus dan memutar mutan burungku.

“Enak kan…?” ucapnya manja, aku kemudian berdiri, penisku tepat berada di mukanya, beberapa saat dia diam kemudian ia menutup mata dan mencium penisku

“Kalo jijik gak usah di emut …” ia melepaskan mukanya dan kembali mengocok dengan tangannya.
Ia kemudian duduk diatas batu sambil mengangkan meminta aku memasukkan penis ke memeknya

“ Di gesek aja ya, jangan dimasukkan.. punya pamanmu nih..” aku kemudian menggesekkan penis ke memeknya sementara tanganku menggoda teteknya.

“Bi sekalian masukkin ya.. biar ngajarinnya komplit..” ku masukkan tanganku ke memeknya,

“Jangan sama pacarmu saja, kasihan perjakamu…” aku kemudian mencoba memasukkannya pada memeknya dua kali mencoba ternyata penisku belum bisa tembus juga, bibiku tersenyum geli

“Tuh kan gak bisa, sini…” ditariknya penisku, di elus kemudian dimasukkan dalam memeknya, rasanya sempit sekali memeknya, baru setengah penis masuk bibiku mengeluarkan kembali

“Susah kan… makanya pelan pelan” ia kembali memasukkan, kali ini lebih dalam, ia kembali menarik tubuhnya sehingga penisku lepas. Tanganya lepas dari penisku, tanganku yang mau mengarahkan penisku di tariknya menandakan dia pingin aku memasukkan tanpa bantuan.

Dua kali mencoba tidak berhasil lagi akhirnya bibiku yang memajukan memeknya, sekali maju langsung masuk,

“uh…. Enak bi …” ia kemudian menggoyang pinggulnya memberikan tekanan keluar masuk pada penisku, aku merem melek menahan enak sambil membantunya mengelus tubuhnya,

“Ayo bagianmu…” ia kemudian pasif membiarkan aku melakukan keinginanku ku. Aku masukkan sampai semua penisku masuk kemudian bergerak pelan semakin lama semakin cepat menggoyang maju mundur.

“Bagus ri.. ayo.. ah…. ah… terus sayang….” aku menurutinya beberapa saat dia meminta aku mengganti posisi kini dia menungging di depanku dengan sigap kumasukkan penisku berulang ulang

‘oh yes … enak bi… enak….” Lima menit kemudian ia memintaku duduk dia berdiri dihadapanku memeknya kuciumi sebentar kemudian dia menduduki kakiku,

“ayo aku dah mau nyampe… kamu mau nemenin kan…” dia kemudian memasukkan memeknya dan bergerak turun naik sementara muka dan tanganku memegang teteknya

“bii…. Jangan cepet-cepet aku gak kuat nanti…”

“Ayo sayang … bibi juga gak lama lagi ..” aku melepas tangan dari susunya dan berkonsentrasi menahan goyangan maut memek bibiku..

“uh.. ah… “ bergantian kami mengucapkannya

“Stop bi… aku mau keluar …” aliran-aliran listrik seakan menjalar ditubuhku.. bibi melepaskan memeknya, kemudian mengocok penisku dalam hitungan ke lima air maniku benar benar keluar

“crot,,,,” mengarah pada tubuhnya.. Aku lemas sambil menyedot tetek bibiku aku mengatur nafas setelah berhasil mencapai puncak

“Wiih enak banget bi…. Yes……” kataku pelan, ia tersenyum dan mencium pipiku sambil mengelus-elus teteknya, setelah beberapa istirahat bibiku menuangkan air ke mukaku

“udah mandi yuk…” aku menarik tangannya

“Makasih ya bi… maaf kebablasan” ia tersenyum

“Ayo tak bantu nyampe puncak..” kataku sambil mengelus memeknya,

Aku kemudian mencium tetek kemudian memeknya, aku kemudian memasukkan jariku pada memeknya ia merem melek kemudian aku memasukkan berkali-kali dan menggelitik memeknya, ia benar-benar terangsang.

Tangannya memegang penisku yang sudah tidak kencang lagi kemudian mengarahkan mukanya pada penisku, AGEN DOMINO semakin lama goyangan tangan ku makin kencang, sampai akhirnya bibiku mengerang ngerang kemudian memasukkan penis pada mulutnya.. ia menggelinjang dan ahirnya dia berteriak

“uhhhhhhh,,,,,,” dilepaskannya penisku dan berguling di batu itu, ku belai rambutnya menemani menuruni puncak kenikmatan.

Kemudian kami berdua masuk kembali ke air membersihkan sisa sabun

“ Jangan diulang ya… sekali aja “ katanya sambil mencubit paha depanku

“Ya deh bi,, kalo kuat ya.. tapi kalo lihat tubuh bahenol ini kayaknya aku gak tahan” kucium tengkuk bibi sambil mengelusnya, dia membalas

“Janji ya, jangan goda aku lagi…” aku diam sambil memeluknya..

Cerseks Mesum Terbaru Tante Janda Semok Yang Kesepian


CERITA DEWASA - Kisah ini berawal ketika saya pulang liburan akhir semester lalu dari bandung. Hampir 2 minggu saya habiskan disana dengan ‘reuni’ bareng temen-temen saya waktu SMA dulu yg kebetulan kuliah disana. Saya sendiri kuliah di kota budaya, Jogjakarta.

Waktu itu saya tiba diterminal bis di kota Bandung pukul 2 siang, meskipun bis Bandung – Jogja yg saya tumpangi baru berangkat 2 jam kemudian.

Saat sedang asyik membolak-balik Taboid Olahraga kesukaan saya, tiba-tiba seorang anak kecil berusia 4 tahunan terjatuh didepan saya, sontak tangan ku menarik si gadis kecil itu.

“Makasih Dik, maklum anak kecil kerja nya lari-lari mulu” ungkap seorang wanita setengah baya seraya mengumbar senyum manisnya.

Namun walau hampir kepala tiga, Mbak Evi, demikian dia memperkenalkan dirinya pada saya, masih keliatan seperti gadis muda yg lagi ranum-ranum nya, dada gede (34B), pantat bahenol dibarengi pinggul seksi membuat ku terpaku sejenak memandanginya.

“Maaf, boleh saya duduk disini” suara Mbak Evi dengan logat sundanyaAGEN DOMINO yg khas memecah ‘keheningan’ saya
“Ssii… silakan Mbak,” balas ku sambil menggeser pantat ku dibangku ruang tunggu bis antar kota di kota kembang itu.
“Mau kemana mbak’”saya coba membuka pembicaraan.
“Anu… saya the mau ke jogja. Biasa beli barang-barang buat dagang. Adik mau kemana?”
“Sama, jogja juga. Mbak sendiri?” pandangan ku melirik payudara nya yg belahan nya jelas dari kaos lumayan ketat yg dipakainya.

“Ya, tp ada yeyen kok” katanya sambil menunjuk si kecil yg asik dengan mainannya.
“Saya Andi Mbak” ucapku sambil mengulurkan tangan yg langsung disambutnya dengan ramah.
“Kalo gitu saya manggilnya mas aja ya, lebih enak kedengarannya” ungkap si mbak dengan kembali mengumbar senyum manisnya.

Mungkin karena ketepatan jurusan kami sama, saya dan Mbak Evi cepat akrab, apalagi apa karna kebetulan ato gimana, kami pun duduk sebangku di bis yg memang pake formasi seat 2-2 itu.

Dari ceritanya ku ketahui kalo Mbak Evi janda muda yg ditinggal cerai suami sejak 2 thn lalu. Untuk menyambung hidup dia berjualan pakaian dan perhiasan yg semua dibeli dari jogja. Katanya harga nya murah. Rencananya di Jogja 2-3 hari.

Pukul 4.30 sore, bis meninggalkan terminal tersebut, sementara didalam bis kamu bertiga asyik bercengkarama, layaknya Bapak-Ibu-Anak, dan cepat akrab saya sengaja memangku si kecil Lina, sehingga Mbak Evi makin respek pada saya.

Tak terasa, waktu terus berjaan, suasana bis begitu hening, ketika waktu menunjukkan pukul 11 malam.

Si kecil Lina dan para penumpang lain pun sudah AGEN DOMINO terlelap dalam tidur. Sedangkan saya dan Mbak Evi masih asyik dalam obrolan kami, yg sekali-kali berbau ha-hal ‘jorok’, apalagi dengan tawa genitnya Mbak Evi sesekali mencubit mesra pinggang saya.

Suasana makin mendukung karna kami duduk dibangku urutan 4 dari depan dan kebetulan lagi bangku didepan,belakang dan samping kami kosong semua.

“Ehmm..mbak, boleh tanya ga nih, gimana dong seandainya pengen gituan kan dah 2 taon cerainya.” tanya ku sekenanya.
“Iiihh, si mas pikiran nya..ya gimana lagi, palingan usaha sendiri… kalo ga,ya… ini,si Lina yg jadi sasaran marah saya,
apalagi kalo dah sampe di ubun-ubun.” jawabnya sambil tersipu malu.

“Masa… Ga mungkin ga ada pria yg ga mau sama mbak, mbak seksi, kayak masih gadis” aku coba mengeluarkan jurus awal.

Tiba-tiba si yeyen yg tidur pulas dipangkuan Mbak Evi, nyaris terjatuh.. sontak tangan ku menahannya dan tanpa sengaja tangan kami bertemu.

Kami terdiam sambil berpandangan, sejenak kemudian tangan nya ku remas kecil dan Mbak Evi merespon sambil tersenyum.

Tak lama kemudian dia menyandarkan kepalanya di bahu ku, tp aku mencoba untuk tenang, karena ‘diantara’ kami masih ada si kecil yeyen yg lagi asik mimpi..ya memang ruang gerak kami terbatas malam itu.

Cukup lama kami berpandangan, dan dibawah sorot lampu bis yg redup, ku beranikan mencium lembut bibir seksi janda cantik itu.

“Ssshhh… ahhh… mas” erangnya, saat lidah ku memasuki rongga mulutnya, sementara tangan ku, walau agak sulit, karna yeyen tidur dipangkuan kami berdua, tp aku coba meremas lembut payudara seksi nan gede itu.

“Terus mas… enak….. ouhhhh” tangan nya dimasukin aja mas, gak keliatan kok’” rengeknya manja.

Adegan pagut dan remas antara kami berlangsung 20 menitan dan terhenti saat yeyen terbangun.

“Mama…, ngapain sama Om Andi” suara yeyen membuat kami segera menyudahi ‘fore play’ ini dan terpaksa semuanya serba nanggung karna setelah itu Lina malah ga tidur lagi.

“Oya, ntar di Jogja tinggal dimana Mbak” tanya ku.
“Hotel Mas… Napa? Mas mau nemenin kami…???”
“Bisa, ntar sekalian saya temenin belanjanya, AGEN DOMINO biar gampang, ntar cari hotelnya disekitar malioboro aja.”

Pukul 7 pagi akhirnya kami tiba di terminal Giwangan, Jogja… dari terminal kami bertiga yg mirip Bapak-Ibu dan anak ini, nyambung bis kota dan nyampai dikawasan malioboro setengah jam kemudian.. setelah muter-muter, akhirnya kami mendapatkan hotel kamar standart dengan doble bed dikawasan wisata jogja itu.

Setelah semua beres, si room boy yg mengantar kami pamit.

“Lina, mau mandi atau langsung bobo chayank?”
“Mandi aja, Ma… Oya, Om Andi nginep bareng kita ya..?” si yeyen kecil menanyaiku
“Ya, biar mama ada temen ngobrolnya.” jawab Mbak Evi sambil ngajak Lina ke kamar mandi yg ada dalam kamar.

Di dalam ternyata si mbak telah melepas pakaiannya dan hanya melilitkan handuk di tubuh seksinya.

Dengan posisi agak nungging, dengan telaten Mbak Lina menyabuni si Lina, dan karena pintu kamar mandi yg terbuka, nampak jelas cd item yg membalut pantat seksi itu.

Seperti Mbak Evi sengaja memancing naluriku, karena walau tau aku bisa ‘menikmati’ pemandangan tersebut, pintu kamar mandi tidak ditutup barang sedikitpun.

Tak lama kemudian, Lina yg telah selesai mandi , berlari masuk ke dalam kamar.

“Gimana, Lina udah seger belom?” godaku sambil mengedipkan mata ke arah Mbak Evi
“Seger Om…. Om mau mandi??”

Belum sempat ku jawab.

“Ya ntar Om Mandi mandinya bareng mama, sekarang yeyen bobo ya…” celetuk Mbak Evi sambil tersenyum genit kearah ku.

Selagi Mbak Evi menidurkan anaknya, aku yg sudah masuk ke kamar mandi melepas seluruh pakaian ku dan ‘mengurut-urut’ k0ntol ku yg sudah tegang dari tadi. Lagi asiknya swalayan sambil berfantasi, Mbak Evi ngeloyor masuk kamar mandi.

Aku kanget bukan kepalang.

“Udah gak sabar ya……” godanya sambil memandagi torpedo ku yg sudah ‘on fire’
“Haa… aaa… Mbak…” suaraku agak terbata-bata melihat Mbak Evi langsung melepas lilitan handuknya hingga terpampang payudara nya yg montok yg ternyata sudah ga dibungkus BH lagi, tp penutup bawah nya masih utuh.

Tanpa mempedulikan kebengongan ku, Mbak Evi langsung memelukku.

“Jangan panggil Mbak dong. Evi aja” rengeknya manja sambil melumat bibirku dan tangan kirinya dengan lembut mengelus-elus kemaluan ku yg semakin ‘on fire’.

Aku sudah dirasuki nafsu biarahi langsung membalas pagutan Evi dengan tatkala ganasnya. Perlahan jilatan erotis Mbak Heny turun ke leher, perut… hingga sampe dibatang kemaluan ku.

“Berpengalaman sekali dia ini…” pikirku.

Jilatan yg diselingi sedotan, kuluman dibatang kemaluan hingga buah pelir ku itu membuatku serasa terbang melayg-layg….

“Ohhhh… Evi… nikkk… mat… teruss… isepppp” desahku menahan nikmatnya permainan oral janda seksi ini sambil mengelus-elus rambutnya.

15 menit lamanya permainan dahsyat itu berlangsung hingga akhirnya aku merasa sesuatu yg ingin keluar dari k0ntol ku.

“Akhh… hh… aku keulu..aaarrr…” erangku diikuti semprotan sperma ku dimulut Evi yg langsung melahap semua sperma ku persis seperti anak kecil yg melahap es paddle pop sambil tersenyum ke arahku..

Setelah suasana agak tenang, aku menarik tangan Evi untuk berdiri, dan dalam posisi sejajar sambil memeluk erat tubuh sintal janda seksi ini, mulutku langsung melumat mulut Evi sambil meremas-remas pantatnya yg padat.

Evi membalasnya dengan pagutan yg tatkala ganas sambil tangan nya mengenggam k0ntolku yg masih layu dan mengurut-urutnya. Dan dengan buasnya aku mengecup dan menyedot dari leher terus merambat hingga ke payudara nya yg padat berisi.

“Oohhh.. Ndi…. ahhkkhh.” erangnya tatkala mulutku mulai bermain di ujung putingnya yg tegang dan berwarna coklat kemerahan.

Tanpa melepas lumatan pada mulut Evi, perlahan aku mulai mengangkat tubuh sintal tersebut dan mendudukannya diatas bak mandi serta membuka lebar-lebar pahanya yg putih mulus.

Tanpa dikomando aku langsung berlutut, mendekatkan wajahku kebagian perut Evi dan menjilati yg membuat Evi menggelinjang bak cacing kepanasan.

Jilatin ku terus merambat ke bibir mEmEk nya yg licin tanpa sehelai bulu pun. Sesaat kemudian lidahku menjilati sambil menusuk-nusuk lubang mEmEk Evi, yg membuatnya mengerang histeris.

“Ndi… sudah…. Ndi… masukinn punyamu…. aku sudah ga tahan…. ayo sayg…” pinta nya dengan nafas memburu.
Tak lama kemudian aku berdiri dan mulai menggesek-gesekkan k0ntol ku yg sudah tegang dan mengeras dibibir mEmEk Evi yg seseksi si empunya.

“Sudah…. say…. aku ga ta.. hann… nnn… masukin..” rengek Evi dengan wajah sayu menahan geora nafsunya.
Perlahan namun pasti k0ntolku yg berukuran 17 cm, ku masukkan menerobos mEmEk Evi yg masih sempit walau sudah berstatus janda itu.

“Pelann… dong say.. sudah 2 tahun aku gak maen..” pinta nya seraya memejamkan mata dan menggigit bibirnya sendiri saat k0ntolku mulai menerobos lorong nikmat itu.

Ku biarkan k0ntol ku tertanam di mEmEk Evi dan membiarkan nya menikmati sensasi yg telah dua tahun tak dia rasakan. Perlahan namun pasti aku mulai mengocok mEmEk janda muda ini dengan k0ntol ku yg perkasa.

Untuk memberikan sensasi yg luar biasa, aku memompa mEmEk Evi dengan formasi 10:1, yaitu 10 gerakan menusuk setengah mEmEk Evi yg diukuti dengan 1 gerakan full menusuk hingga menyentuh dinding rahimnya.

Gerakan ini ku selingi dengan menggerakkan pantatku dengan memuter sehingga membuat Evi merasa mEmEk nya diubek, sungguh nikmat yg tiada tara terlihat dari desisan-desisan yg diselingi kata-kata kotor keluar dari mulutnya..

“Ouggghh…. kontolmu enak say… entot Evi terus say… nikmat” rintihnya sambil mengimbangi gerakanku dengan memaju-mundurkan pantatnya.

Tiga puluh menit berlalu, Evi sepertinya akan mencapai orgasmenya yg pertama. Tangan nya dengan kuat mencengkram punggung ku seolah meminta sodokan yg lebih dalam di mEmEknya.

Evi menganggkat pinggulnya tinggi-tinggi dan menggelinjang hebat, sementara aku semakin cepat menghujam kan k0ntolku di mEmEk Evi…

“Ooouhhh…. aaahhhh…. hhh…” erang Evi saat puncak kenikmatan itu dia dapatkan.

Sejenak Mbak Evi kubiarkan menikmati multi orgasme yg baru saja dia dapatkan. Tak lama kemudian tubuh sintal Mbak Evi ku bopong berdiri dan kusandarkan membelakangi ku ke dinding kamar mandi.

Sambil menciumi tengkuk bagian belakang nya, perlahan tangan ku membelai dan mengelus paha mulus Mbak Evi hingga tangan ku menyentuh dan meremas kemaluan nya dari belakang, membuat nafsu birahinya bangkit kembali.

Rangsangan ini ku lakukan hingga aku persis berjongkok dibelakang Evi. Apalagi setelah jilatan merambat naik ke mEmEk Mbak Evi dan mengobok-obok mEmEk yg semakin menyemburkan aroma khas.

Tak cukup sampai disitu, wajahku ku dekatkan kebelahan pantat montok itu dan mulai mengecup dan menjilati belahan itu hingga akhirnya Mbak Evi seakan tersentak kaget kala aku menjulurkan dan menjilati lubang anus nya, sepertinya baru kali ini bokong seksi dan anusnya dijilati.

“Ouhh…. aakhh… ssstt…. jorok say…. apa kamu lakukan… jilat memek Evi aja..” celotehnya.

Sepuluh menit berlalu, aku kemudian berdiri dan menarik pantat montok nan seksi itu kebelakang dan k0ntolku yg semakin tegang itu ku gosok-gosokan disekitar anus Evi.

“Ouh… ca… kittt… say… jangan disitu, Evi lom pernah say…” rengeknya sambil menahan saat perlahan k0ntolku menerobos masuk anusnya. Setelah sepenuhnya k0ntolku tertelan anus Evi, ku diamkan beberapa saat untuk beradaptasi seraya tangan ku meremas-remas kedua payudaranya yg menggantung indah dan menciumi tengkuk hingga leher belakang dan sampai ke daun telinga nya.

“Nikk… matt… say..” hanya itu yg keluar dari mulut seksi Evi.

Merasa cukup, aku mulai memaju mundurkan k0ntol ku secara perlahan mengingat baru kali ini anusnya dimasuki k0ntol laki-laki. Setelah beberapa gerakan kelihatan rasa sakit dan perih yg dirasakannya tadi sudah berganti dengan rasa nikmat tiada tara.

Perlahan Mbak Evi mulai mengimbangi gerakan ku dengan goygan saat k0ntol ku semakin memompa anusnya, sambil tangan kananku mengobok-obok mEmEk nya yg nganggur.

“Aahhh… ooohhh… laur biasa say… nikmat…” Desah Evi menahan nikmatnya permainan duniawi ini. 30 menit berlalu dan aku merasa puas mempermainkan anus Mbak Evi, perlahan ku tarik k0ntolku dan mengarahkan nya secara perlahan ke mEmEk, dan memulai mengobok-obok mEmEk itu lagi.

Sekitar 20 menit kemudian aku merasa ada sesuatu yg akan keluar dari k0ntolku, hingga aku semakin mempercepat gerakan sodokan ku yg semakin diimbangi Evi yg sepertinya juga akan mendapatkan orgamasme keduanya.

Diiringa lolongan panjang kami yg hampir bersamaan, secara bersamaan pula cairan hangat dan kental dari k0ntolku dan mEmEk Evi bertemu di lorong nikmat Evi.. Nikmatnya tiada tara, sensasi yg tiada duanya.

Tak lama berselang, aku menarik k0ntolku dan mendekatkan nya ke mulut Mbak Tiitn yg langsung dijilatinya hingga sisa-sisa sperma yg masih ada dik0ntolku dijalatinya dengan rakus.

“Tak kusangka mas sehebat ini.. baru kali ini aku merasa sepuas ini. Badan kecil tp tenaganya luar biasa. Aku mau mas… aku mau kamu mas…” puji Mbak Evi padaku dengan pancaran wajah penuh kepuasan tiada tara…

Sesaat kemudian kami saling membersihkan diri satu dengan lainnya, sambil tentunya sambil saling remas. Saat keluar mandi terihat Lina masih terdidur pulas, sepuas mama nya yg baru saja ku ‘embat’.

Setelah Lina bangun, kami bertiga jalan-jalan disekitar malioboro hingga malam. Pukul 9 malam kami tiba di hotel, namun kali ini sambil memandikan Lina, Mbak Evi tampaknya sekalian mandi..

Saat keluar kamar mandi tanpa sungkan wanita sunda ini melepas handuknya untuk selanjutnya mengenakan daster tipis yg tadi baru kami beli dari salah satu toko di kawasan malioboro.

“Mas.. mandi dulu gih..” ungkapnya saat aku mendekatkan diri dan mengecup lembut bibirnya yg langsung disambutnya.
“Iihh.. mama dan om Andi, ngapain..?” protes si kecil yeyen saat kami sesaat berpagutan didepan meja hias yg tersedia di kamar hotel itu.

Setelah aku selesai mandi, ku lihat Evi lagi ngeloni Lina, dan tampaknya kedua ibu-anak ini kecapean setalah jalan-jalan disekitar malioboro.

Akhirnya ku biarkan Evi tidur dan aku gak ngantuk sama sekali mencoba mengisi waktu dengan menyaksikan live liga Inggris yg waktu itu ketepatan menyajikan big match .. Jam 12 malam lebih saat taygan bola rampung, perlahan aku mendekati Evi dan mulai membelai-belai betis indah janda muda itu dari balik daster tipisnya hingga nyampe pangkal pahanya.

Ketika tanganku mulai mengusap-usap mEmEk, Evi terbangun. Ku ajak dia pindah ke bed satunya, sambil ku lucuti daster tipis yg didalamnya tanpa beha tersebut.

Dengan hanya menggunakan celana dalam tipis berwarna krem, tubuh bahenol itu ku bopong dan ku lentang kan di ranjang satunya, agar kami lebih leluasa dan si Lina kecil bisa tidur tenang. Sambil menindihnya, ku remas dan kecup puting payudara putih dan montok itu.

“Aahhh…. mas…” erangnya manja.

Jilatan ku terus merambah menikmati inci per inci tubuh seksi itu hingga sampe di gundukan nikmat tanpa sehelai rambut pun.. Hampir 20 menit lidah ku bermain dibagian sensitive itu, hingga akhirnya.

“Ayo dong mas… cepeten masukin… dah ga tahan nih…”

Perlahan kusapukan k0ntol ku di mEmEk mungil itu. kelihatan sekali Evi menahan napas sambil memejamkan mata nya dengan sayu dan menggigit bibir bawahnya. Akhirnya burung ku masuk ‘sarang’.

Ku pertahankan posisi itu beberapa saat, dan setelah agak tenang aku mulai menyodok perlahan mEmEk yg semakin basah itu.

Erangan dan desahan nikmat yg keluar dari mulut seksi janda sintal ini, menandakan dia sangat menikmati permainan duniawi ini..

Tanpa malu dia mendesah, mengerang bahkan diselingi kata-kata kotor yg membangkitkan gairah.. Sementara di bed sebelahnya si kecil Lina masih tertidur pulas..

Evi, si Jada seksi yg lagi, ku garap seakan tidak memperdulikan keberadaan putrinya si kecil, Lina..
25 menit-an kami ‘bertempur’ dalam posisi konvensional itu, perlahan ku angkat tubuh Mbak Evi hingga kini dia posisinya diatas.

Posisi yg nikmat, karna selain menikmati memek nya aku juga bisa dengan leluasa meremas, mencium dan sesekali mengulum payudara montok yg ber-ayun dengan indah itu.. baru 15 menit,tiba-tiba tubuh Evi mengejang diikuti lenguhan panjang.

“Aaaacchh…. aauugghh… Ann.. ddii.. aakku.. kkeelluaa.. aa.. rr…”

Tak lama Evi menghempaskan tubuhnya di dada ku, seraya mulut kami berpagutan mesra. 5 menit lama nya ku biarkan dia menikmati orgasme nya. Beberapa saat, karna aku belum apa-apa, aku minta Evi menungging karna aku pengen menikmati nya dengan posisi dogstyle.. Dalam posisi nungging keliatan jelas pantat indah janda kota kembang ini.

Perlahan ku kecup dan jilati belahan pantat seksi itu. Secara perlahan jilatan ku sampe ke mEmEk mungilnya, Evi menggelinjang dan menggelengkan-gelengkan kepalanya menahan nikmat.. disaat itu, tanpa kami sadari.. si kecil Lina bangun dan menghampiri kami.

“Om Andi.. ngapain cium pantat mama..” selidiknya sambil terus mendekat memperhatikan memek mama nya yg ku lahap habis.

“Adek tenang aja ya.. jangan ganggu Om Andi… Mama lagi maen dokter-dokteran dengan Om Andi. Ntar mam mau di cuntik .. Lina diem aja ya…” Evi coba menenangkan gadis kecil itu.

“Ehmm.,.. hayo Om… cuntik Mama Lina cekaaa.. lang Om.. dah ga tahan neh..” rengek Evi.. sedangkan si Lina terlihat duduk manis dipinggiran bed satunya, siap menyaksikan adegan yg semestinya belum pantas dia saksikan.

Perlahan k0ntol ku yg sudah on fire ku gosok-gosokkan dari lubang memek Evi hingga menyentuh anusnya, dari arah memek hingga lubang anusnya.

Dan karena tak tega menyaksikan Evi semakin meracau dan merengek minta segera di ’suntik’, secara perlahan ku arahkan k0ntol ku ke liang senggama nya yg licin oleh cairan mEmEk nya..

“Om, kok Mama Lina dicuntik pake burung Om..” protes si kecil yg belum ngerti apa-apa itu.

“Aauhh… ahh….. lebih dalam Mass.. sss.. Ann.. dddi..” pinta Evi dalam erangan dan desahan nikmat nya tanpa mempedulikan keberadaan Lina yg terlihat bingung melihat mama nya, antara kesakitan atau menahan nikmat.

30 menit berlalu, aku merasa ada sesuatu yg akan keluar dari ujung k0ntol ku. Agar lebih nikmat, ku putar tubuh sintal janda kembang ini tanpa mencabut k0ntol ku hingga kami kembali paad posisi konvesional.

“Eeeee…Vvvaaaaa.. aku mau keluar” erang ku mencoba menahan muntahan lahar nikmat yg semakin mendesak ini.
“Ntar.. Masss.. ss.. tahann… kita bareng…” Erangnya dengan mata terpejam seraya menggigit kedua bibirnya menahan genjotan ku yg semakin kencang di mEmEknya.

Kedua tangan nya mencengkram punggung ku, dan dadanya diangkat membusung, seluruh badannya tegang mengencang, diikuti dengan lenguhan panjang kami berdua.

“Aaaccchhh…. aaauuggghh…” Maniku dan mani nya akhirnya bertemu di lorong kenikmatan itu sementara bibir kami berpagut mesra dan tangan kanan ku meremas payudara nya yg mengecang saat kami orgasme bareng tadi.

Sambil menikmati sisa-sisa kenikmatan itu, kami masih berciuman mesra sambil berpelukan mesra, sementara k0ntolku masih ‘tertanam’ di memeknya.

Sadar dari tadi Lina terus memperhatikan kami, Evi dengan wajahnya yg penuh kepuasan sejati, mengedipkan matanya seraya melihat ke arah Lina sambil tersenyum manis.. dan aku pun menghempaskan tubuh ku disampingnya, dan saat k0ntol ku akan ku cabut.

“Nggak usah Mas.. biarin aja dulu di dalem..” rengeknya manja dan segera ku hadiahi ciuman mesra di keningnya.. Tak lama kemudian Lina mendekati kami yg baru saja permainan ranjang yg begitu dahsyat.

Hari berikutnya selama Ibu dan anak ini di Jogja, kami terus melakukan hubungan seks ini, dengan berbagai variasi dan teknik yg lebih mesra.. bahkan kadang kami melakukan nya di kamar mandi saat mandi.. Malahan kami tak peduli lagi dengan keberadaan Lina. Evi juga tak segan mengoral k0ntol ku dihadapan Lina.

Liburan tahun baru lalu aku mendatangi nya di Bandung dan menginap selama se minggu lebih di rumah Janda seksi itu.. kepada tetangga sekitar dia mengenalkan aku sebagai keponakan jauhnya..

Dan yg paling penting, kami menghabiskan waktu dengan bermain seks sepuasnya, apalagi si kecil Lina telah dia titipkan ditempat orang tuanya di karawang, sedang selama aku disana, dia sengaja meliburkan pembantu nya.



Begitulah kisah seks ku dengan Evi, si janda seksi.. Dan pembaca, entah kenapa, sejak saat itu, untuk urusan seks aku merasa lebih menikmati permainan dengan wanita setengah baya.

Selasa, 08 Mei 2018

Cerita Dewasa Tetanggaku Yang Binal

CERITA DEWASA - Aku seorang pria yang sudah menginjak usia 25 tahun dan saat ini aku menjalin hubungan dengan seorang wanita yang seumuran denganku dan juga satu kantor Elina namanya. Kami bekerja di perusahaan yang sama meskipun beda ruangan, hampir dua tahu aku berhubungan dengannya. Tapi kami masih betah pacaran dan aku tidak pernah mendengar Elina menuntut untuk segera aku nikahi.

Padahal kami sering melakukan adegan seperti dalam cerita ngentot, mungkin karena sama-sama pengertian juga. Jadi kamipun jarang sekali ribut, aku lihat Elina begitu percaya padaku tidak pernah seklaipun dia cemburu ketika melihatku dengan teman wanita lainnya. Seperti halnya saat dia mendapati aku sedang makan siang dengan teman wanita tanpa mengajaknya.

 AGEN DOMINO


AGEN DOMINO Elina juga sudah mengenal keluargaku bahkan dia begitu dekat dengan mamaku. Karena dia sering main ke rumah dan mamaku juga sudah merestui hubungan kami, tapi akhirnya akupun menghianati Elina kekasihku. Semua ini terjadi ketika ada tetangga baru yang menempati rumah sebelah rumahku, mereka dari luar kota karena rumah kami bersebelahan akhirnya kami menjadi kenal baik.

Yang membuat aku menjadi lebih dekat lagi dengan anak gadisnya yang bernama Iska, saat itu aku sedang berdiri di balkon kamarku. Aku tidak menduga kalau akan melihat pemandangan dari kamar Iska dengan begitu jelasnya, aku lihat dia sedang memakai handuk dan berganti pakaian di depan meja riasnya dengan santainya dia masih berdiri dengan keadaan tubuh telanjang bulat.

Sebagai laki-laki melihat pemandangan gratis seperti itu akupun tidak membuang kesempatan itu. Dan hal itu tidak terjadi sekali namun berkali-kali, aku sering melihat Iska telanjang bulat hilir mudik di dalam kamarnya dengan jendela terbuka, hingga nampak begitu jelas dari kamarku. Karena dia juga setiap kali aku melakukan adegan cerita ngentot dengan Elina aku membayangkan wajahnya.

Hingga pada suatu hari aku di suruh mama untuk mengantar kue buatan mama pada tante Vivi yang tidak lain mama dari Iska. AGEN DOMINO Begitu aku lihat pintu terbuka akupun terkejut karena bukan tante Vivi yang membuka pintu, melainkan Iska dengan sedikit gugup aku berikan kue itu padanya lalu akupun hendak pulang tapi Iska menghentikan langkahku “Mas Doni.. masuk dulu aah.. ” Akupun masuk ke rumahnya.

Tapi aku tidak melihat orang di dalam sana “Pada kemana Is..kok sepi..” Kataku namun bukan menjawabku dengan serius dia malah bercanda “kan.. enak mas.. sepi.. sepi..” Aku tidak melihatnya namun dia kembali berkata “Ayo mas.. duduk di dalam aja yuk..” Belum sempat aku nanya kemana dia sudah menarik tanganku dan betapa terkejutnya aku ketika dia masuk ke dalam kamarnya.

Aku sedikit terbengong namun Iska dengan manjanya berkata padaku “Kenapa masih gugup mas Don.. bukannya mas Doni tiap hari liat kamar ini..” Aku kaget dan mataku melihat ke arah Iska dia tersenyum penuh godaan padaku, ketika dia mendekat kamipun langsung berciuman meskipun aku masih belum percaya melakukan hal ini dengan Iska gadis binal yang baru saja pindah ini.

Iska benar-benar binal karena dia tidak basa basi, dengan cekatan dia lepas pakaianku dan diapun melepas pakaiannya “Maass.. Donii… ayooo.. maaaas…. aaagggghh… ” Desahnya sambil terus melumat bibirku dan kontolkupun menegang sedikit demi sedikit, sampai akhirnya sangat besar ketika tangan Iska menarik-nariknya dengan lembut bahkan dia serasa mengocok kontolku itu.

AGEN DOMINO Sampai akhirnya dengan bantuannya akupun dapat memasukkan kontolku, setelah dengan santainya Iska terlentang di atas kasur empuknya “OOouuggghh… oooouuuggghh.. mas… Doniii… aaaagggghh.. teruuuuuussss… maaaas…. aaaaggggghhhh… aaaaaggggghhh…. aaaaagggghhhh… aaagggghhh..” Katanya begitu menggoda karena itu aku semakin bergairah saja menggerakkan tubuhku.

Dengan turun naik di atas tubuhnya layaknya pemain dalam adegan cerita ngentot, kamipun terus bergumul “OOouuuggggghhh… aaaagggghh… aaaaggggggghhh.. aaaaagggghh… aaaagggghhhh… aaaaaggghhh.. ” Desah Iska sambil ikut bergerak di bawah tubuhku rupanya dia begitu mahir melakukan adegan cerita ngentot ini, Elina saja kalah dengan permainan seksnya.

Akupun tidak kuat menahan gerakan yang dilakukan oleh Iska padaku, dengan erangan panjang akupun mencoba melampiaskan kenikmatan yang aku rasakan “Oooouugggghh… oooouuuggggghh… aaaaagggghhhhh.. Iskaaaa… aaagggghh.. kamuuu.. aaaaggghhh.. teruuus…. sayaaang… aaaggggghhh…” Dia tersenyum ketika mendengar hal itu dari mulutku dan terus bergoyang di bawah tubuhku.

Akupun mempercepat gerakanku bahkan sampai-sampai aku tarik kaki Iska dan aku taruk di kedua bahuku, dengan keras kembali aku bergerak “OOouuggggghhh… aaaagggghh.. maaas… Doniiiii… aaaggghh.. niiikmaaaat… maaas…. aaaaggggghhh… aaaagggghhh.. aaaaaggggghh… aaaaaagggghh… aaaaggghhh..” Iska bergelinjangan seperti cacing kepanasan bahkan deru nafasnya begitu memburu.

 AGEN DOMINO


Sampai akhirnya aku rasa kontolku akan segera menyemburkan larvanya dan “Aaaagggghhh… aaaaaggghh.. Is… aaaggghh.. mas… sudaaaah.. nggak.. taaahaaan… aaaaggghh… aaaaggghhh.. aaaagggghh.. aaaaggghhh..” Iska sepertinya mengerti layaknya pemain dalam adegan cerita ngentot, dia peluk tubuhku dan mengapit  tubuhku dengan kedua kakinya.

Memek Iska terasa menyedot kontolku yang sudah mulai melemas di dalamnya, dan akupun terkulai lemas di atas tubuhnya. Tapi ketika aku sadar berada di dalam kamar Iska segera aku bangun “Mau kemana mas..?” Kata iska dengan tatapan kecewa, aku menciumnya dan berkata “Mas takut nanti ada yang datang.. ayo kita duduk di depan..” Iska tersenyum diapun bangkit.

Lalu membersihkan tubuhnya setelah itu dia kembali merapikan pakaiannya, dan menuruti perkataanku duduk di teras depan rumahnya. Dan benar saja begitu aku duduk dengan Iska tidak lama kemudian mamanya datang, begitu AGEN DOMINO melihatku mama Iska tersenyum “Doni.. tumben ke sini..” Iska yang menjawab “Itu ma.. mas Doni bawain kue dari tante katanya..” Kamipun mengobrol di teras itu cukup lama.

Cerita Dewasa Desahan Kenikmatan Vania

CERITA DEWASA - Namaku Rangga dan masih duduk di bangku kelas 3 SMU, di sekolah aku di kenal sebagai cowok yang keren dan banyak mendapat perhatian dari cewek. Tapi hingga saat ini aku belum memiliki pacar di sekolah. Pernah dulu aku menjalin hubungan dengan seorang gadis namun kami beda sekolah dan kini hubungan kami sudah putus karena aku mendengar dia pernah melakukan adegan cerita seks dengan cowoknya sebelum denganku.

Sedangkan di sekolahku sendiri dari sekian banyak cewek yang ada disini, aku tidak pernah tertarik pada cewek yang ada di sekolah ini. Hingga menjelang semester akhir kelas 3 ini aku tertarik pada seorang siswi yang baru saja pindah, dia memang pindahan dari kota kecil tapi aku begitu tertarik padanya karena parasnya yang ayu dan juga manis serta kepribadiannya yang anggun.

Vania nama gadis itu hampir setiap hari aku selalu memikirkannya bila berada di rumah, namun aku tidak berani mendekatinya saat aku di sekolah. Padahal aku sudah banyak mendengar kalau dia sudah banyak yang mencoba mendekatinya, dan aku tahu kalau aku harus segera bertindak kalau tidak mungkin aku akan keduluan yang lain untuk mendapatkannya.

 AGEN DOMINO


AGEN DOMINO Apalagi teman-temanku saat ini banyak sudah yang melakukan adegan seperti dalam cerita seks cewek 17 tahun. Jadi aku juga takut kalau Vania yang baru dari kampung mendapat cowok yang hanya memanfaatkan dia, karena aku lihat dia begitu polos anaknya. Bahkan di dalam kelas aku belum pernah mendengar dia ngomong dengan nada bicara yang keras meskipun sedang bermain dengan teman sesama cewek.

Setelah mendapatkan nomor milik Vania akupun memberanikan diri untuk mendekatinya, walau hanya lewat chating bbm tapi akhirnya akupun lebih dekat dengannya. Dan aku dengan berani mengajak dia untuk pulang bareng, sampai akhirnya setelah satu bulan melakukan pendekatan akhirnya akupun berani menembaknya dan aku bersyukur karena Vania juga langsung menerimaku.

Kamipun berpacaran dan aku masih ingat kata Vania padaku kalau dia tidak ingin hubungan kami hanya sampai sebatas masa SMU saja, Vania dengan jujur bilang padaku kalau pertama kali melihatku dia juga sudah ada rasa padaku. Sekolah kurang lebih empat bulan lagi akan menuju ujian semester akhir, dan hubunganku dengan Vania masih berjalan seumur jagung.

Kami sering pulang bareng dan aku berkali-kali sudah main ke rumah Vania, ternyata dia anak tunggal. Karena itu dia jarang main keluar rumah tanpa ada yang mengawasi, katanya dia selalu di jaga ketat oleh mamanya. Dan Vania jarang sekali hangout bareng dengan teman-temannya, mungkin karena keberanianku juga akhirnya mama AGEN DOMINO Vania lebih menerimaku terbukti sekarang dia mau mengobrol denganku.

Daripada sebelumnya yang hanya menyapa lalu kembali masuk kedalam, namun karena seringnya melihat aku bertamu kerumahnya. Vania bilang kalau kata mamanya aku adalah cowok baik karena mau bertamu dengan sopan, karena itu dia mungkin menyukaiku, sampai akhirnya akupun menjadi lebih dekat lagi pada mama bahkan aku juga mengenal papa Vania karena seringnya aku main ke sana.

Siang itu aku mengantar Vania pulang, untungnya aku membawa mobil hari ini. Karena hujan melanda bahkan curahnya begitu lebat, sampai di rumah Vania ternyata tidak ada orang sama sekali, Vania menyuruhku untuk mampir diapun kedalam membersihkan dan mengeringkan tubuhnya yang agak basah tadi. Sedangkan aku duduk di ruang tamunya kemudian dia datang dengan minuman hangat di tanganya.

Akupun segera enikmati unuman itu untuk menghangatkan tubuhku “Iiihh.. dingiiinnya..” Kataku dengan tangan mendekap karena kedinginan, aku tdak menduga kalau Vania mendekati aku lalu dia memeluk tubuhku. Akupun berusaha menarik tubuhku “Jangan aahh.. nanti mama kamu lihat..”Dia tersenyum dan tetap memeluk tubuhku, hingga akupun merasakan begitu empuknya toket milik Vania.

AGEN DOMINO Saat aku menunduk hendak menatap matanya diapun sedang menatap ke arahku dan kamipun saling bertatapan lalu dengan sendirinya kami berciuman. Mungkin karena udara dingin kami menjadi lebih bergairah apalagi hangat bibir serta desahan Vania terasa di seluruh tubuhku “Uuuuggggghhhh…. eeeeuuummpphhh…. aaaaaagggghhhh…. aaaaggghhhh…. aaaaagggghhh… “Desah Vania mulai terdngar.

Mungkin karena sudah tahu tidak ada orang lain selain kami, akupun menjadi lebih berani dengan penuh gairah aku lumat dengan buasnya bibir vania. Diapun semakin mesra dengan memegang kedua pipiku dia terus membiarkan aku memainan lidahku dalam mulutnya “Ooouugghhh.. Rang…..gaaaaa… aaaagggghhhh…. aaaaggghhhhh… aaaaaggghh… aaaaagggghh…”Diapun bergelinjangan.

Sampai tidak terasa tubuh kami sudah telanjang bulat di atas sofa ruang tamu Vania. Layaknya pemain dalam adegan cerita seks, aku tatap tubuh mulus Vania diapun tertunduk malu namun dengan tatapan yang penuh dengan nafsu “Ooouugghh… sayaaang.. kamuuuu.. caaantik… sayaaang… aaaaagggggghh..” Desahku sambil menyentuh toket Vania dengan mulutku.

Setelah lama bermain dengan toketnya akupun memasukkan kontolku dalam memeknya. Terasa sulit aku menembus lubang memek vania yang serasa begitu sempit, kembali aku mencoba “Kenapaa nggak bisa sayaaang… aaagggghh..” Kataku mulai merasa cemas, lalu Vania berbisik “Pelan sayaaang.. aku juga baru kali ini melakukanya…” Aku merasa ada tantangan mendengar vania berkata seperti itu.

 AGEN DOMINO


Dengan perlahan aku kembali memasukkan kontolku dengan cara menuntunnya dengan tanganku “Aaaaaggghhh…saaaakiit.. Ranggaaaaa… “Akupun menghentikan gerakanku, namun kemudian Vania memintaku “Ayo sayang.. lakukan..” Mendengar hal itu akupun menggoyang tubuhnya, dan akhirnya aku lihat vania tersenyum sambil sesekali mendesah dan terus mengcengkram bahuku.

Seperti halnya dalam adegan cerita seks memek 17 tahun, semakin lama kupun semakin cepat menggoyang tubuhnya “OOooouuggghh… aaaaagggghhhh… aaaagggghh… aaaaagggghh… aaaaggghhhh..” Tidak lama AGEN DOMINO aku bergoyang dan spermaku sudah muncrat dalam memek Vania yang sempit, diapun tersenyum dan masih memeluk tubuhku dengan begitu mesra kamipun masih bergumul di atas sofa itu.

Senin, 07 Mei 2018

Cerita Sex Menikmati Tubuh Indah Halwa


Cerita Dewasa - Situs yang menyediakan cerita dewasa dan foto hot secara gratis dan selalu update : Cerita Sex | Cerita Dewasa Terbaru | Cerita Ngentot | Cerita Mesum | Cerita ABG | Cerita Porn | Cerita Seks Dewasa – Menikmati Tubuh Indah Halwa , Saat ini aku masuk ke semester 8 di PTS Jakarta umurku saat ini 22 tahun, akui anak bungsu dari 3 saudara aku termasuk orang yang tidak mudah bergaul tapi juga tidak dikatakan kuper semua temanku bilang bahwa aku orangnya pendiam, jujur saja aku minim teman cewek setiap kali aku dekat dengan wanita rasanya gugup, entahlah, sepertinya aku mempunyai masalah dalam soal mendekati cewek.


Namun ironisnya, aku mempunyai hasrat seks yang tinggi, aku mudah terangsang bila melihat cewek yang bagiku menarik, apalagi memakai pakaian ketat. Jujur saja, bila sudah begitu pikiranku sering mengkhayal ke arah persetubuhan. Bila hasratku sudah tak lagi dapat kutahan, terpaksa aku melakukan onani. Aku memilih itu sebab aku tak tahu lagi AGEN DOMINO  harus menyalurkan kemana.

Sifat pendiamku ternyata membuat cewek-cewek di kampusku penasaran, sepertinya mereka ingin tahu lebih banyak tentangku. Cuma mereka harus kecewa sebab aku kesulitan untuk bergaul dengan mereka. Di samping itu teman-temanku bilang aku mempunyai face yang lumayan ganteng (nggak nyombong lo..), kulitku putih, rambuntuku gondrong, dan tinggiku sekitar 170 cm.

Bila aku melintas di koridor kampus, aku merasa ada beberapa cewek yang melirikku, tetapi aku berusaha cuek saja, toh aku tak bisa mendekatinya. Namun ada seorang cewek yang diam-diam menyukaiku, hal itu aku ketahui dari sahabatku.

Ketika aku minta untuk menunjukkan anaknya, kebetulan penampilannya sesuai degan seleraku. Tinggi tubuhnya sama denganku, rambut panjang, kulit putih bersih, wajah menarik, ukuran toketnya juga pas dengan seleraku, dan badannya padat berisi.

Sebut saja namanya Halwa (samaran). Sejak itu setiap kali aku melihatnya, aku sering berpikiran edan, yaitu membayangkan bisa bersetubuh dengannya. Sebaliknya bila ia melihatku, sikapnya biasa-biasa saja, walaupun aku tahu sebenarnya dia menyukaiku.

Pada suatu hari yang tak terduga olehku, seolah-olah keinginanku dikabulkan (masa?). Saat kuliah usai pada jam 19.00 sore, selepas keluar ruangan aku hendak untuk mencuci muka, sekedar menyegarkan diri. Aku menuju WC kampus yang kebetulan letaknya agak menyendiri dari "peradaban" kampus. Sampai disana aku mendapati beberapa orang yang juga akan mempergunakan kamar mandi.

Selagi menunggu giliran, aku ingin buang air kecil dulu, tapi kamar mandi sedang dipakai. Praktis aku urungkan saja. Begitu tiba giliranku, aku hendak menuju ke arah kran, tiba-tiba dari arah pintu kamar mandi yang tertutup tadi keluarlah seorang cewek yang selama ini kusukai dan dia juga mengincarku.

Aku sangat tekejut melihatnya, sikapku hampir salah tingkah, begitu pun dengan dia. Kami saling bertatapan mata dan terdiam beberapa saat. Kemudian dia sedikit tersenyum malu-malu. Kok dia ada disini sih?, Pikirku. Akhirnya aku memberanikan diri untuk memulai percakapan.

"La, ngapain elo masuk ke WC cowok?" tanyaku penuh rasa heran.

"Ehh.. itu.. ehmm.. tempat cewek penuh semua, makanya aku ke sini.."

"Emang yang di lantai bawah juga penuh?", tanyaku.

Padahal dalam hati aku merasa mendapat kesempatan emas.

"Iya. Emang kenapa? Boleh dong sebentar doang.. lagi pula 'kan sekarang udah nggak ada siapa-siapa, ya kan..?", jawab Halwa rada genit.

Aku pun tidak mau kalah.

"Tapi kan aku cowok, elo nggak malu?", gantian aku membalasnya.

"Kalo elo, aku emang nggak keberatan kok.., untungnya cuman tinggal elo dong yang ada di sini, daripada yang laen..", jawab Halwa.

Denger jawaban kayak gitu, aku malah jadi tambah bengong. Gila.. kayaknya dia emang ngasih kesempatan nih! Pikirku. Tiba-tiba dia menyerobot posisi aku yang dari tadi udah berdiri di samping kran.

"Sorry yah, aku duluan, habis elo bengong aja sih..", katanya.

Rupanya dia juga mau mencuci muka. Selama dia mencuci muka, aku seperti orang bingung. Kadang-kadang aku mencuri pandang ke arah bagian yang terlarang. Posisinya yang sedang membungkuk membuat pantatnya yang berisi menungging ke arah selangkanganku.

Ditambah lagi CD-nya yang berwarna krem terlihat olehku. Lama kelamaan aku menjadi terangsang, kontolku mulai tegang tak keruan. Langsung saja di pikiranku membayangkan kontolku kumasukkan ke dalam memeknya dari belakang pada posisi seperti itu.

Entah apa yang merasuki pikiranku, aku berniat untuk menyetubuhinya di WC ini, sebab hasratku sudah tak tertahankan. Aku tak peduli dia keberatan atau tidak. Pokoknya aku harus ngentot dengan dia, apapun caranya.

Diam-diam aku berdiri di pintu keluar, mengamati keadaan. Aman pikirku, tak ada seorang pun. Jadi aku bisa leluasa melaksanakan niat bejatku. Saat dia menuju pintu keluar, dari jauh aku sudah melihat senyumannya yang merangsang birahiku.

Sepertinya dia memang sengaja menarik perhatianku. Tiba-tiba dengan cepat kupalangkan tanganku di depannya, sehingga ia menghentikan langkahnya. Dia melihatku seakan- akan mengerti maksudku.

"Buru-buru amat La, emang elo udah ada kuliah lagi?", tanyaku.

"Enggak kok, aku cuman pengen istirahat di sini aja", jawabnya.

Aku tak menanggapinya, dengan cepat aku segera menutup dan mengunci pintu dari dalam. Melihat sikapku, Halwa mulai menatapku dalam-dalam. Dengan perlahan kudekati dia. Kutatap kedua matanya yang indah.

Dia mulai bereaksi, perlahan dia juga mulai mendekatiku, sehingga wajah kami berdekatan. Aku mulai merasa bahwa dia juga merasakan hal yang sama denganku. Nafasnya juga semakin memburu, seolah-olah dia mengerti permainan yang akan kulakukan.

Mulutnya mulai terbuka seperti akan mengatakan sesuatu, namun dia keburu mengecupku dengan lembut. Perasaanku saat itu tak menentu, sebab baru kali inilah aku dicium oleh seorang cewek. Dengan spontan aku pun membalasnya dengan mesra.

Aneh, walaupun aku belum pernah melakukannya, otomatis aku tahu apa yang harus mesti kulakukan. Apalagi aku juga sering melihat di film BF.

Kami saling bermain lidah cukup lama, sampai kami AGEN DOMINO kesulitan bernafas. Kedua bibir kami berpagut sangat erat.

Desahan Halwa membuatku semakin hot menciumnya. Aku mulai menggerakkan tanganku menuju ke pantatnya, kuraba dengan lembut, dan dengan gemas kuremas pantatnya. Kemudian aku mencoba untuk mengusap bagian memeknya.

Kugosok-gosok sampai dia mengerang kenikmatan. Aku panik kalau erangannya terdengar ke luar. Setelah kuberi tahu dia mengerti dan mengecup bibirku sekali lagi. Usapanku membuat cairan memeknya membasahi celananya. Karena dia memakai celana bahan, maka cairannya juga membasahi tanganku.

"Ssshhtt.. gilaa.. enak banget.. ehmm..", desah Halwa.

Aku melepaskan ciumanku dan berpindah menciumi lehernya yang putih mulus. Lehernya yang harum membuatku makin gencar menciumi lehernya.

Mata Halwa terlihat mendelik dan menengadahkan mukanya ke atas merasakan kenikmatan. Tangannya mulai berani untuk meremas kontolku yang keras. Enak sekali pijitannya, membuat kontolku semakin berdenyut- denyut.

Aku berhenti menciumi lehernya, aku mulai meraba-raba toketnya yang sudah mengeras. Halwa mulai membuka kaosnya, dan memintaku untuk memainkan kedua toketnya. Kuraba-raba dengan lembut, dan sesekali kuremas sedikit.

Merasa masih ada penghalang, kubuka BH-nya yang berwarna putih. Benar-benar pemandangan yang sangat indah, toketnya yang berukuran sedang, putih mulus, dan putingnya merah kecoklatan terlihat menantang seperti siap untuk dikemot.

Langsung saja aku sedot susunya yang kenyal itu. Halwa menggelinjang kenikmatan dan memekik. Aku tak peduli ada orang yang mendengar. Rupanya dia senang menyemprotkan parfum ke dadanya, sehingga terasa lebih nikmat mengulum toket harum.

Aku benar-benar menikmati toket Halwa dan aku ingin mengemoti toket Halwa sampai dia menyerah. Kujilat puting susunya sampai putingnya berdiri tegak. Kulihat Halwa seperti sudah di awang-awang, tak sadarkan diri.

Tangan Halwa mulai membuka ritsleting celana aku dan berusaha mengeluarkan kontol aku yang sudah keras sekali. Begitu semua terlepas bebaslah kontol aku menggantung di depan mukanya yang sebelumnya dia telah mengambil posisi jongkok.

Dia kocok-kocok kontol aku, sepertinya dia sedang mengamati dahulu. Lalu dia mulai mencium sedikit-sedikit. Kemudian dia mencoba membuka mulutnya untuk memasukkan kontolku. Pertama hanya 1/4 nya yang masuk, lama-lama hampir seluruh kontolku masuk ke mulutnya yang seksi, kontolku sama sekali sudah tak terlihat lagi.

Lalu dia mulai memaju mundurkan kontolku dalam mulutnya. Sedotan dan hisapannya sungguh luar biasa, seperti di film BF. Aku menahan rasa geli yang amat sangat, sehingga hampir saja aku mengeluarkan maniku di dalam mulutnya.

Belum saatnya, pikirku. Aku ingin mengeluarkan maniku di dalam memeknya. Maka aku memberi tanda agar Halwa berhenti sebentar. Aku berusaha menenangkan diri sambil mengusap-ngusap toketnya. Setelah rileks sedikit, Halwa mulai melanjuntukan permainannya selama kurang lebih 10 menit. Halwa sempat menjilat cairan bening yang mulai keluar dari ujung kontolku dan menelannya.

Halwa kemudian bangkit untuk melepaskan celana panjangnya, ia juga melepaskan CD-nya yang berwarna krem. Aku mengambil posisi jongkok untuk menjilati memeknya dahulu, agar licin. Kubuka pahanya lebar-lebar.

Terlihatlah memek Halwa yang sangat bersih, berwarna merah, lipatannya masih kencang, tak tampak sehelai bulu satu pun. Sepertinya Halwa memang pandai merawat kewanitaannya.

Aku mulai menjulurkan lidahku ke memeknya. Aku sempat berpikir bagaimana kalau di memeknya tercium bau yang tidak sedap. Ah, bodo amat aku sudah bernafsu, aku tahan nafas saja.

Kubuka belahan memeknya. Lalu kujilat bagian dalamnya. Tapi ternyata koq baunya tidak seperti yang kubayangkan sebelumnya. Memek Halwa tidak berbau kecut, tapi juga tidak berbau harum, bau memek alami. Justru bau yang alami seperti itulah yang membuatku makin bernafsu serasa ingin melumatnya semua ke dalam muluntuku. Aaahh..Halwa benar-benar pandai merawat memeknya. Sungguh beruntung aku.

Aku terus menjilat-jilat memeknya yang mulai basah dengan cairannya. Halwa terlihat sangat menikmati permainan ini. Matanya sayu, desahannya makin keras seraya menggigit bibir bawahnya.

"Akkhh.. sstt.. uugh.. gilaa.. enak banget..", desah Halwa.

Memeknya terasa hangat dan lembut. Betul-betuk memek ternikmat yang kurasakan.

Kumasukkan jari telunjukku ke dalam memeknya sambil mengait-ngaitkan ke dinding memeknya. Tentu saja Halwa makin edan reaksinya, membuat semakin kelojotan nggak keruan. Sampai ia menjepitkan kedua belah pahanya hingga kepalaku terjepit di antara sepasang paha yang putih mulus, dan tangannya menjambak rambuntuku sampai aku sendiri merasa kesakitan.

Cairan yang keluar dari memeknya sampai meleleh ke pipiku dan kepahanya. Sebagian sempat mengalir ke bibirku. Karena penasaran dengan selama ini yang kutahu, kucicipi cairan itu. Gila! Rasanya enak koq, agak asin. Langsung aja aku hisap sebanyak-banyaknya dari memeknya. Halwa sempat risih melihat perbuatanku. Namun aku cuek saja, sebab dia tadi juga melakukan hal yang sama pada kontolku.

Tiba-tiba Halwa mendorong kepalaku dari memeknya. Kayaknya dia sudah nggak kuat lagi.

"Masukin dong punya elo, aku udah nggak tahan nich.. ayo dong sayy..", pinta Halwa dengan suara mendesah.

Aku sempat tertegun sejenak, sebab sama sekali aku belum pernah melakukannya.

"Ayo cepat dikit dong..", katanya sambil memandangku yang tertegun sejenak.

Dengan bermodal nekat dan pengetahuan dari film BF, aku turutin saja permintaan Halwa.

Kuangkat satu kakinya ke atas bak mandi, sehingga posisi memeknya lebih terbuka. Memeknya sudah basah sekali oleh cairan sehingga terlihat mengkilat.

Hal itu makin membuatku bernafsu untuk memasukkan kontolku ke memeknya. Kuelus-elus dahulu kepala kontolku ke bibir memeknya. Kudorong kontolku perlahan.. masuk sedikit demi sedkit..

Pantatku terus kudorong, terasa sebagian kepala kontolku sudah masuk ke lobang memek Halwa yang sudah basah dan licin tapi terasa sempit banget.

Dalam hati aku beruntung juga bisa ngerasain sempitnya memek perawan. Kucoba kugesek dan menekan perlahan sekali lagi. Kontolku sudah masuk setengahnya, namun masih terasa sempit sekali. Tubuh Halwa sempat tersentak ketika kontolku sudah masuk seluruhnya.

"Auuwww.. sakitt.. pelann.. sstt..", Halwa sedikit menjerit.

Kutarik kontolku keluar, lalu kudorong lagi sekuat tenaga. Aku sengaja membiarkan kontolku menancap di dalamnya beberapa saat agar memek Halwa terbiasa menerima kontolku. Kemudian barulah aku memulai gerakan maju mundur.

Terasa kontolku bergesekan dengan dinding memek yang bergerinjal-gerinjal. Jadi ini toh yang dinamakan bersetubuh, pikirku dalam hati. Kontolku terasa agak perih dijepit oleh memeknya, tapi tetap kuteruskan, aku tak mau kehilangan kesempatan berharga ini.

Tampaklah pemandangan indah ketika kontolku keluar masuk memek Halwa. Kontolku sudah tidak terasa perih lagi, malah sebaliknya, terasa geli ngilu enak. Halwa semakin tidak jelas rintihannya, seperti orang menangis, air matanya meleleh keluar.

Mulutnya menggigit bibirnya sendiri menahan sakit. Aku sempat kasihan melihatnya. Mungkin aku sudah keterlaluan. Kucoba berbicara padanya sambil kedua pinggul kami menghentak-hentak.

"Ke.. napa.. La.. ehhgg.., elo.. pe.. ngen udahann..?", tanyaku.

"Ja.. ngan dilepas.. terussinn.. aja.. aku.. nggak.. apa.. apa.. kok.. sstt..", kata Halwa.

Goyangan pinggul Halwa sangat luar biasa, hampir aku dibuat ngecret sekali lagi. Kutarik kontolku keluar dan kudiamkan beberapa saat. Setelah itu aku minta ganti posisi, aku ingin ngentotin dia dari belakang. Halwa berpegangan pada pintu kamar mandi, sedangkan pantatnya sudah menungging ke arahku.

Dalam posisi itu lipatan memeknya terlihat lebih jelas. Tanpa basa-basi lagi kumasukkan saja kontolku dengan hentakan yang kuat. Kali ini lebih lancar, sebab memeknya sudah terbiasa menerima kontolku.

Kali ini gerakan Halwa lebih hot dari sebelumnya, ia mulai memutar- mutar pantatnya. Setiap gerakan pantatnya membuat kontolku sangat geli luar biasa.. kontolku berdenyut-denyut seperti ingin memuntahkan lahar yang panas..aku merasa tak tahan lebih lama lagi. Tapi aku tak ingin mengecewakan Halwa, aku pun berusaha mengimbangi permainannya.

Aduhh srr.., ada cairan licin kembali keluar dari kontolku. Cairan itu makin menambah licin dinding memek Halwa. Aku benar-benar merasakan kenikmatan persetubuhan ini. Aku makin tenggelam dalam kenikmatan bersetubuh dengan Halwa, sungguh aku tak akan melupakannya.

Tubuh kami terlihat mengkilat oleh keringat kami berdua. Toket Halwa bergoyang-goyang mengikuti irama gerakan kami, membuatku makin gemas untuk meremasnya dan sesekali kukemot sampai ia memjerit kecil. Memek Halwa makin berbusa akibat kocokan kontolku.

Aku merasakan sesuatu yang tak tertahankan lagi. Aku makin pasrah ketika kenikmatan ini menjalar dari buah zakar menuju dengan cepat ke arah ujung kontolku. Seluruh tubuhku bergetar hendak menerima pelepasan yang luar biasa.

"Aku udah mau keluar.. nihh.. Elo.. masih.. lama.. nggak..?", rintihku.

"Sa.. bar.. se.. bentarr.. sayaangg.. sama.. samaa.. aku.. juga.. hampir.. keluarr.. oohh.. ahhgghh..", pantatnya menekan kontolku dengan kuat.

Mukanya berusaha menengok ke arahku berusaha mengulum bibirku. Kudekatkan bibirku agar dia bisa mengulumnya.

Bersamaan dengan itu..

"Aaahh.."

Kontolku menyemprotkan air mani ke dalam lobang memeknya berkali-kali. Sampai cairan putih itu meleleh ke pahanya dan sempat menetes ke lantai. Tak kusangka banyak sekali spermaku yang berlumuran di memeknya.

Halwa berjongkok memegang kontolku. Lalu ia menjilat dan mengulum kontolku yang masih berlumuran sperma. Dia menelan semua spermaku sampai kepala kontolku bersih mengkilat. Dia kelihatan tersenyum bangga.

Halwa kembali berdiri memandangi penuh kepuasan. Tubuh Halwa terjatuh lemas membebani tubuhku, badannya bergetar merasakan orgasme. Halwa memandangku tersenyum, disertai dengan nafas yang masih terengah-engah. Kami pun berpelukan dalam tubuh penuh keringat dengan alat kelamin kami masih saling menyatu. Bibir kami saling mengecup dengan mesra, sambil memainkan bagian-bagian sensitif.

Kami membersihkan diri bersama sebelum beranjak keluar WC. Selama kami mandi kami saling mengutarakan sesuatu hal. Iseng-iseng aku bertanya mengapa dia mau menerima perlakuanku barusan.

Ternyata Halwa mengatakan bahwa selama ini dia sudah lama menyukaiku, namun ia tidak berani mengutarakannya, sebab malu sama teman-temannya.

Aku sempat tertegun mendengarnya. Kemudian aku juga mengatakan bahwa aku juga suka padanya. Seakan dia tak percaya, tetapi setelah kejadian tadi kami menjadi saling menyayangi. Kami kembali berpelukan dengan mesra sambil saling mengecup bibir.

Aku sempat khawatir kalau Halwa hamil, sebab aku mengeluarkan spermaku di dalam memeknya. Aku tidak mau menikah, aku belum siap jadi bapak. Biarlah, kalaupun Halwa hamil, aku akan membuat suatu rencana. Lagipula kami melakukannya baru sekali, jadi kemungkinan dia hamil kecil peluangnya.

Selesai mandi aku menyuruh Halwa keluar belakangan, aku keluar duluan agar bisa mengamati keadaan. Setelah tidak ada orang satupun, barulah Halwa keluar, kemudian kami pergi berlawanan arah dan bertemu kembali di suatu tempat.

Sampai saat ini hubunganku dengan Halwa masih berjalan baik, cuma kami belum mengulang apa yang kami lakukan di WC dulu.

Beberapa minggu setelah kejadian itu aku mendengar fakta dari teman-temannya bahwa Halwa itu sebenarnya cewek yang haus seks. Dia juga telah bersetubuh dengan banyak pria, baik dari kalangan mahasiswa atau om-om.

Makanya aku sempat curiga waktu kami bersetubuh dulu, sebab walaupun memeknya masih rapat seperti perawan, namun aku tidak merasakan menyentuh selaput daranya, bahkan aku sama sekali juga tidak melihat darah yang keluar dari lubang memeknya.
Cerita Dewasa / Cerita Sex / Cerita ABG / Cerita Dewasa Hot / Cerita Dewasa SMA / Cerita Ngentot / Kumpulan Cerita Dewasa